Download related documents:
AIM proj paper |
AIM user manual |
eAIP user manual
AERONAUTICAL INFORMATION MANAGEMENT (AIM)
|
Abstraksi |
|
Perangkat Lunak berbasis IT untuk membantu tugas rutin yang dibebankan pada Direktorat Keselamatan Penerbangan Republik Indonesia dalam peningkatan pelayanan pemberian informasi Aeronautikal yang akurat, terkini, tepat waktu dan lengkap, sesuai dengan artikel 28 Chicago Convention dan Annex 15
|
|
PT. INDOAVIS NUSANTARA |
Direktorat Keselamatan Penerbangan |
|
17 Juni 2008 |
|
Sebagaimana telah kita ketahui hasil akhir dari pelaksanaan pekerjaan (e-AIP) adalah memberikan kemudahan akses informasi pada pengguna penerbangan di Indonesia dan yang paling utama adalah kemudahan dalam membuat, mengupdate dan memberikan informasi tersebut secara cepat dan akurat.
e-AIP sebagai aplikasi CMS (Content Management System) / Groupware Tool berbasis web (server-side) yang akan diimplementasikan terdiri atas modul-modul sebagai berikut :
|
v User Management · User (login) account, DB session handling, session records (catatan login/logout) · User grouping dengan hirarki bertingkat (group-tree) · Pengaturan hak akses per group (rights setting) · User-admin per group (VIP user) v Document Management · Berbagai format file teks, gambar maupun binary (PDF, MS Office files) · Pengaturan file & folder via browser · Dalam e-AIP – KESPEN digunakan untuk memanage: · AIP · AIP Supplement · AIP Ammendement · AIC · Internal Documents v Navigation Data v Forum diskusi · Pembagian topik seperti file folder (tree) · Hilight pesan terbaru v Private message · Kirim pesan pribadi antar users · Kirim pesan ke mutiple users & mutiple group. v Data Management · Modul dasar MySql database (List, View, Edit data) · Dapat disesuaikan untuk berbagai keperluan. · Dalam e-AIP – KESPEN digunakan untuk memanage: · AIP members (customer)
|
|
§ PENGELOMPOKAN DATA ü GENERAL (GEN) Berisikan informasi umum, seperti alamat, peraturan dan ketentuan yang berlaku pada suatu negara ü EN-ROUTE (ENR) Berisikan informasi rute jalur penerbangan, yang berada dalam wilayah FIR Negara tersebut ü AERODROME (AD) Berisikan informasi fasilitas Bandara, yang dikelompokkan berdasarkan ketentuan ICAO (AD.1 s/d AD.24 item menu informasi) ü AIP AMANDEMENT dan AIP SUPPLEMENT Berisikan informasi perubahan bersifat text, yang kemudian akan di lakukan penomoran yang disesuaikan dengan tanggal AIRAC ü Penanggalan penerbitan yang disesuaikan dengan AIRAC Date
§ Manajemen User: ü User password management ü User and Group management ü Group Access Level Security management
§ Tools: ü Chart monitoring ü Data validation ü Data summary & reports
|
Modul-modul tersebut terintegrasi kedalam satu aplikasi dengan navigasi yang user-friendly, sehingga mudah untuk digunakan oleh siapapun.
TAMPILAN UTAMA

1. Jaringan komputer (LAN) :
Beberapa fungsi yang terkait dengan sistem baru ini terhubung kedalam satu jaringan komputer melalui Local Area Network (LAN).
2. Real-Time data :
Setiap perubahan data / transfer data dilakukan secara real time / langsung.
3. Aspek dasar sistem terkomputerisasi :
Aplikasi yang dikembangkan harus memenuhi beberapa persyaratan berikut :
Privasi ( Privacy / Confidentiality)
Aspek ini berkaitan dengan kerahasiaan data, misalnya aerodrome hanya boleh diakses oleh orang yang berhak.
Integritas ( Integrity)
Data atau informasi tidak boleh berubah tanpa ijin dari pemilik dan tidak boleh diubah oleh orang yang tidak berhak.
Otentikasi ( Authentication)
Aspek ini digunakan untuk menjamin keaslian data, sumber data, orang yang mengakses data dan server yang digunakan.
Ketersediaan ( Availability)
Aspek ini menjamin bahwa data dan informasi harus tersedia saat diperlukan.
Riwayat kejadian ( Non-Repudiation)
Aspek yang menjamin bahwa seseorang tidak dapat menyangkal apabila dia telah melakukan suatu pertukaran informasi.
Pengendalian akses ( Access Control )
Aspek ini membatasi atau mengatur hak akses pengguna (siapa boleh melakukan apa).
4. Volume data :
Besar keseluruhan data yang harus ditangani sebesar 100-350 MByte/tahun.
5. User Profile
Jumlah user secara Software tidak terbatas, hanya
dibatasi oleh spesifikasi Hardware yang digunakan.
Setiap user dapat memiliki user id dan password yang
unique dengan otoritas yang berbeda-beda sesuai dengan tugas dan tanggung
jawabnya.
6. User Interface
User Interface sistem aplikasi ini, secara umum harus memenuhi persyaratan:
Mudah digunakan dan dapat meminimalkan human error
dalam memasukan data.
Efektif dan efisien
Secara umum, sistem yang dikembangkan berbasis jaringan lokal(LAN). Di Kantor Utama akan ditempatkan server utama, berfungsi untuk aplikasi dan data ,beberapa PC client untuk administrasi aplikasi dan data. Selain itu juga ditempatkan HUB atau Wireless Access Point sebagai interface komunikasi data antar computer dalam jaringan.
Menurut fungsinya komputer dikelompokkan sebagai berikut :
1. Dibagian administrasi
Komputer sebagai database server
PC Client dan printer untuk administrasi Aplikasi
(lainnya).
2. Dibagian layanan
PC Client untuk input data dari client.
Beberapa unit PC Client untuk layanan informasi dan
atau pengisian form/data.
Rencana Implementasi:

Kebutuhan Software
v Sistem Operasi
· Windows 2000/XP / *nix server (Unix/Linux/BSD)
v Web Server
· HTTP Server: IIS / Apache
· Server Extension: PHP 4 scripting engine
v Database Server
· MySql 4.x / 5.x
v Sistem Operasi
· Windows 2000/XP/Vista
v Aplikasi client
· Web Browser (MS Internet Explorer ver 5.5 or newer)
Kebutuhan Hardware
v Processor : Intel Pentium 4 Core2Duo
v Memory : 1.5 GB
v Harddisk :
· Main : 80 GB
· Backup(internal Hard disc) : 160 GB
v Monitor : LCD 15”
v Peripherals :
· Keyboard & Optical Mouse
· DVD-R/W
v Networking:
· USB Wireless Network Adapter
· Wireless Access Point Router (max 255 connections)
v Jumlah 1 unit
v Processor : Intel Pentium 4
v Memory : 512 MB
v Harddisk : 80 GB
v Monitor : LCD 15”
v Peripherals :
· Keyboard & Optical Mouse
· DVD-R
v Networking:
· USB Wireless Network Adapter
v Jumlah 7 unit
Perencanaan Proyek dan Organisasi
Pada fase ini akan dilakukan suatu pertemuan antara PT. INDOAVIS NUSANTARA dan Direktorat Keselamatan Penerbangan, dimana kedua pihak akan memastikan bahwa proyek akan dijalankan sesuai dengan tujuan dan harapan dari kedua belah pihak.
Di dalam fase ini aktivitas yang dilakukan adalah:
Ruang Lingkup Pekerjaan dan Definisi Pembiayaan
Proyek.
Menunjuk tim proyek.
Mengadakan pertemuan internal untuk mengkonfirmasikan
jadual proyek dan tim proyek.
Mengadakan kick-off meeting untuk
mengkonfirmasikan jadual proyek dan tim proyek.
Tujuan dari fase ini adalah untuk mendapatkan daftar kebutuhan detail untuk kebutuhan implementasi.
Aktivitas-aktivitas pada fase ini adalah:
Melakukan survei terhadap
kondisi sistem saat ini (kalau ada) dan alur kerja operasional.
Melakukan analisa proses bisnis.
Mendefinisikan kebutuhan
detail hardware (komputer, jaringan, dll).
Mendefinisikan spesifikasi
detail software aplikasi.
Fase ini merupakan fase yang dilakukan oleh pengembang perangkat lunak (software), yaitu pengembangan aplikasi sesuai dengan definisi kebutuhan yang dihasilkan pada tahap analisa kebutuhan sistem.
Aktivitas yang dilakukan pada fase ini adalah:
Analisa Kebutuhan Software
Re-Desain dan Implementasi Software (coding)
Software Testing
Tujuan fase ini adalah mempersiapkan perangkat keras yang dibutuhkan, dan melakukan instalasi komputer dan jaringan LAN, WAN dan Intranet.
Aktivitas yang dilakukan pada fase ini adalah:
Persiapan perangkat keras
Instalasi komputer dan jaringan di Direktorat Keselamatan Penerbangan
Pengujian komputer dan jaringan
Pada fase ini dilaksanakan integrasi aplikasi di server dan pengaksesan aplikasi dari klien.
Aktivitas-aktivitas yang dilakukan adalah:
Instalasi Server dan Database Server
Pengaksesan Server serta Database server dari aplikasi
di komputer klien serta melakukan pengujian fungsi-fungsi yang tersedia pada
setiap menu
Ini merupakan fase yang sangat penting, dimana tim pengembang dan user harus melakukan user acceptance test dan mensimulasikan fungsi-fungsi yang ada.
Aktivitas-aktivitas yang dilakukan pada fase ini adalah membuat rencana simulasi, membuat test script, serta melakukan simulasi
Pada fase ini diharapkan pihak end user akan memahami alur kerja dan cara penggunaan software yang di-deliver.
Aktivitas-aktivitas yang dilakukan pada fase ini adalah melakukan training terhadap personil di Direktorat Keselamatan Penerbangan yang terkait serta melakukan review terhadap hasil training
Pada fase ini, tim proyek harus memastikan bahwa sistem yang terpasang harus berjalan dengan baik sesuai dengan spesifikasi sistem.
Aktivitas-aktivitas yang dilakukan pada fase ini adalah memonitor dan melakukan evaluasi terhadap jalannya sistem, memberikan support perawatan terhadap sistem serta memberikan support terhadap proses data entry
Referensi
Referensi :
AIP INDONESIA
ICAO ANNEXES
ICAO DOC ARINC Specification 424-15 (Navigation System Database)
RCTA DO 200A (Standard for Processing Aeronautical Data)